Pages

Thursday, November 1, 2012

Pertama Kali Bertiga - 2

Aku mengayun pelan, kedua tanganku memegangi pinggulnya agar penisku dapat lebih dalam masuk ke vaginanya saat tangan Thomas berada pada kepala Della menggerakkan seperti keinginannya saat dia menyetubuhi mulut Della. Dalam waktu yang bersamaan aku menyetubuhi Della dengan lembut dari arah belakang. Thomas menggoyangnya dengan keras, memasukkan batang penisnya sedalam-dalamnya ke mulutnya dengan tangannya menahan gerakan kepala Della. Della tersedak sewaktu Thomas berusaha merangsek semakin dalam. Aku dapat mendengar suara kekurangan nafasnya itu, tapi seperti seorang 'jalang' yang baik, Della tak juga berhenti dan aku mulai dapat mendengar lenguhannya di antara suara nafasnya yang tersedak saat dia menggoyangkan pinggulnya mengimbangi ayunanku.

Dengan semua yang tengah berlangsung ini dan pemandangan Thomas yang sedang menyetubuhi mulut Della, membuatku tak memerlukan waktu lama untuk berejakulasi di dalam tubuhnya, melumuri dinding vagina Della dengan semburan spermaku. Rasanya seperti kudapatkan orgasme terbesar dalam hidupku. Bisa kulihat orgasmeku dan oral yang diberikan Della mendekatkan orgasme Thomas.

Aku ingin menyaksikan Thomas menyetubuhi Della dan keluar dalam vaginanya, maka dengan cepat aku segera bangkit dan menyuruh Della naik ke atas sofa, merangkak untuk beralih menghisap penisku, agar Thomas dapat menyetubuhinya dari belakang. Akan selalu kuingat saat Thomas menyelipkan penisnya ke vagina Della, seakan hal itu berhenti untuk beberapa waktu. Ini adalah fantasi yang sudah lama kudambakan.

Yang membuatku kagum adalah betapa cepatnya gerakan Thomas yang sudah berada di belakang Della dan langsung melesakkan penisnya ke dalam vaginanya. Sepertinya dia hanya mengenal satu kecepatan, dan itu adalah mendorong masuk dengan cepat dan keras. Aku tak tahu apa dia pernah berpikir kalau kami akan menghentikannya menyetubuhi Della, atau kami menyuruhnya untuk memakai kondom terlebih dulu. Sebelum kami sempat bereaksi dengan apa yang dilakukannya, dia sudah berada di belakang Della dengan sekejap. Dan seperti yang Della katakan padaku kemudian, Thomas bukannya memasukkan penisnya tetapi dia menghentakkan seluruh batang penisnya ke dalam vaginanya dengan hanya sebuah dorongan saja.

Della juga mengungkapkan padaku bahwa dia belum pernah merasakan sebuah penis yang begitu besar, begitu nikmat, dan belum pernah merasa terisi penuh seperti yang dirasakannya akibat penis Thomas saat itu, saat dia melesakkannya dari belakang. Itu membuat nafas Della terhenti sejenak dan dia memutuskan untuk tak peduli apakah Thomas memakai kondom atau tidak, atau kalau-kalau dia bisa jadi hamil karenanya. Della hanya ingin dia menyetubuhinya dan merasakan bahwa dia menghantam dinding vaginanya dengan penis besarnya tersebut (dan Della belakangan juga menambahkan bahwa dia suka dengan bola zakarnya yang lebih besar dan lebih berat daripada milikku dan lebih jauh menggantung hingga saat dia sedang menyetubuhinya, kantung bola zakarnya itu akan menampar kelentitnya hingga membuatnya menggelinjang kegelian).

Tak perlu dikatakan lagi, saat menyaksikan momen ini dan melihat ekspresi wajah Della saat dia menghisapku, mendorongku dengan cepat ke batas akhir untuk yang kedua kalinya. Sepertinya aku keluar lebih keras dan lebih lama daripada yang pernah kualami sebelumnya, yang menyebabkan Della membuka matanya dan menatapku dengan mimik yang lucu menggemaskan. Aku terus mengisi mulutnya dengan berjuta sel sperma yang segera dihisap dan ditelannya. Ini adalah sebuah pengalaman pertama dalam hidupku yang sangat menguras staminaku hingga membuatku mengalami dua kali orgasme dengan hebatnya.

Saat aku berejakulasi di dalam mulut Della, Thomas menyetubuhinya dengan keras dan cepat dari belakang. Aku bangkit dan menyingkir dari medan pertempuran mereka. Dengan cepat Thomas langsung membalikkan tubuh Della agar rebah pada punggungnya. Lalu Thomas kembali memasukkan penisnya yang terlihat semakin bertambah besar saja, dan mereka mulai berciuman dengan rapat. Kaki Della berada di bahu Thomas. Dengan kaki Della yang berada di bahunya, Thomas mulai mengayun dengan tenaga yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Lengan Della melingkari leher Thomas saat dia menghentak tubuhnya.

Saat itu aku ingin menghentikan Thomas dan menyuruhnya agar memakai kondom agar Della tidak hamil. Tapi saat kulihat mereka berdua, dapat kulihat bahwa Della sudah terlalu jauh untuk dihentikan dan Thomas tengah berada dalam iramanya hingga tak kutemukan celah untuk menghentikannya barang sebentar. Setelah beberapa menit melihat mereka berdua bergerak semakin keras, itu membuatku semakin terangsang hingga tak mampu berkata apa pun, apalagi Della sendiri juga tak pernah meminta Thomas untuk memakai kondom. Mungkin saat ini memang bukan masa suburnya atau dia bahkan tak memusingkan hal itu. Di samping itu, hal ini sangat liar dan seksi bercampur menjadi satu menyaksikan seorang pria asing menyetubuhi istriku tepat di depan mataku sendiri.. Dan di rumahku sendiri.. Juga dengan seijinku.

Kepala Della terlempar kesana kemari dan kedua kelopak matanya terpejam rapat saat dia dengan rela membiarkan Thomas menyetubuhinya. Yang membuatku sedikit terkejut adalah ternyata jika Della sedang berada di puncak gairahnya, dia bisa juga mengumpat seperti seorang wanita jalang dan bahkan saat Della tahu bahwa Thomas akan segera orgasme, dia justru memintanya agar dikeluarkan jauh di dalam vaginanya! Aku hanya duduk di samping mereka, melihat, tapi aku tahu bahwa kalau aku mengingatkan Della tentang kondom, itu akan merusak semuanya dan dia akan sangat marah.

Belakangan dia mengatakan bahwa terasa sangat aneh merasakan penis Thomas mengisi penuh vaginanya dengan tanpa kondom. Setiap kali Thomas mendorong, rasanya dia mendapatkan sebuah orgasme kecil. Saat akhirnya Thomas orgasme, dia dapat merasakan penisnya berdenyut meledakkan spermanya, dan spermanya menghantam jauh ke tempat yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.

Sewaktu Thomas mulai berejakulasi, Della mengerang keras. Dia dapat merasakan penisnya menjadi bertambah besar, dan dia semakin keras menjerit merasakan sperma Thomas menghantam jauh di dalam tubuhnya. Della mendapatkan orgasmenya sendiri karenanya hingga tubuhnya bergetar hebat, dia menyentakkan pinggulnya semakin merapat pada tubuh Thomas agar dia semakin masuk ke dalam.

Hal ini membuatku terangsang sekaligus membuatku takut. Belakangan Della meyakinkanku bahwa saat itu memang dia sedang tidak dalam masa suburnya dan syukurlah bahwa ternyata dia memang benar. Ini adalah permulaan dari serangkaian persetubuhan yang panas dan setiap kalinya tak kurang dari empat jam non stop kecuali untuk mandi berendam dengan air panas.

Saat Thomas telah orgasme, dia rebah pada punggungnya tapi Della tak mengijinkannya beristirahat. Rambutnya terlihat basah oleh keringat yang melekat pada wajah, leher, bahu dan dadanya hingga semuanya terlihat bersemu merah setelah mendapatkan begitu banyak orgasme. Setiap saat spermanya akan meledak, Della segera menghisap penisnya jauh ke dalam tenggorokannya hingga penisnya mengeras kembali.

Dengan penis besarnya tersebut, Thomas tak banyak mendapatkan wanita yang dapat menghisap penisnya hingga jauh ke dalam tenggorokan hingga setiap kali Della berusaha memasukkan penisnya sampai ke dalam tenggorokannya membuat Thomas bergairah dan segera ereksi kembali. Della belakangan mengatakan padaku bahwa dia belum pernah merasakan penis yang terasa begitu lembut dalam mulutnya.

Yang membuat Della begitu bergairah saat berhubungan seks dengan Thomas adalah kenyataan bahwa Thomas mampu menyetubuhinya dengan sangat keras. Dan juga paha Thomas selalu menampar bongkahan pantat Della setiap kali dia mengayun sampai pantatnya merah dibuatnya serta gigitannya pada puting Della yang sangat sensitif, yang bahkan hanya dengan menggosoknya saja dapat memberinya orgasme hingga sangat meningkatkan kenikmatannya. Della selalu menyuruhku agar berusaha lebih keras lagi terhadapnya saat bercinta tanpa harus menjadi kejam.

Entah bagaimana, perlakuan Thomas itu membuatku khawatir sampai di mana batas ketahanan yang dimiliki Della. Aku menyadari hal itu saat melihat betapa sosok pria jalanan yang dimiliki Thomas selalu membuatnya bergairah kembali dengan perlakuannya yang keras dan cenderung kasar itu. Itu sangat kontras dengan gambaran percintaan kami selama ini meskipun sejak kuminta Thomas untuk menyetubuhinya dengan caranya sendiri dan itu memang membuat Della bergairah dan liar.

Della adalah satu-satunya wanita yang pernah kutemui yang benar-benar menyukai menghisap penis hingga ke dalam tenggorokannya dan menelan sperma seorang pria, dan dapat kulihat bahwa dia menginginkan Thomas agar keluar jauh di dalam tenggorokannya. Saat menghisapnya, Della mulai memasukkan jarinya ke dalam lubang anus Thomas diiringi dengan remasan tangannya pada kantung bola zakarnya hingga membuat Thomas mengerang keenakan. Setiap kali Della menambah dorongan jarinya masuk ke dalam lubang anusnya, Thomas menggelinjang lalu mengerang. Sangat erotis untukku, Della ingin merasakan spermanya seperti yang dikatakannya padaku kemudian.

Aku terpesona menyaksikan pertarungan mereka berdua yang terlihat sangat indah dan seksi serta tubuh Thomas yang selalu menggelinjang karena perlakuan Della. Dan akhir dari pertahanannya, dia mengangkat pantatnya naik dari atas karpet dan mengerang keras mengiringi ledakan spermanya. Thomas menahan bagian belakang kepala Della agar tak bergerak. Belum pernah kudengar suara yang seperti ini, Thomas mengerang dengan nyaring, suaranya hampir menyerupai suara serigala. Reaksi tubuh Thomas membakar gairah Della hingga dia tak akan melepaskan Thomas saat dia menghisap habis sperma Thomas hingga tetesan terakhir.

Della menceritakan padaku berulang kali setelahnya bahwa dia menyukai rasa dari spermanya itu. Kupikir memang jelas bahwa Della menyukai apa pun yang dimiliki Thomas. Setelah Thomas cukup pulih, dengan bercanda dia mengatakan bahwa dia telah keluar dengam dahsyat hingga dapat membuat langit-langit ruang keluarga ini jebol jika Della tak menghisapnya tadi. Della suka dengan sikap antusiasnya dan mengatakan bahwa tidak masalah sekeras apa pun dia akan keluar dalam tenggorokannya.

Kami bertiga perlu istirahat dan pergi berendam dengan air panas dalam bak mandi. Aku pikir mereka berdua sudah selesai, tapi mereka mulai saling menyentuh, saat bibir mereka saling melumat, membuatku ereksi keras untuk yang keempat kalinya. Rasanya aneh melihat mereka tak merasakan kelelahan dalam berhubungan seks. Mereka memasuki sebuah level yang baru. Della sedang bercinta dengan Thomas dan aku merasakan cemburu dan terangsang dalam waktu yang sama.

Akhirnya, aku mengajak mereka keluar dari kamar mandi dan meneruskan kesenangan ini. Kami keluar dari kamar mandi dan hisapan Della membuat Thomas mengeras lagi hingga kemudian Della naik ke atas tubuh Thomas yang duduk di atas sofa dan dia menyetubuhinya dengan liar sampai kupikir sofa itu akan patah dibuatnya. Nafas Della terdengar memburu saat dia berusaha meraih orgasmenya lagi dengan cepat. Jelas Thomas tampak belum selesai dengan Della karena saat Della akhirnya rebah dalam pelukannya dengan orgasme yang diraihnya, Thomas langsung mendorong tubuh Della merangkak di atas karpet dan memposisikan dirinya di belakang Della.


Bersambung . . . .

0 comments:

Post a Comment