Pages

Wednesday, October 3, 2012

Pesta seks - 1

Di suatu pagi di puncak villa di daerah Batu Malang, sebuah rumah besar bergaya Eropa dengan tamannya yang sangat indah. Di garasi terdapat 7 buah mobil, 1 diantaranya sebuah "Limosin". Dengan dinding tembok yang tinggi dan kokoh mengelilingi rumah yang luasnya hampir 1/3 luas pulau Bali. Di halaman belakang rumah terdapat kolam renang dengan airnya yang jernih. Ada lapangan tenis, lapangan basket, lapangan bola. Di situ terdapat 50 pembantu yang semuanya wanita.

Rumah yang memiliki 100 buah kamar, 1 diantaranya adalah kamar utamanya yang berisi segala macam "ada". Mulai dari TV 100 inchi sampai AC yang membuat kamar sesejuk di "Kutub Utara". Di sebuah sudut kamar terdapat tempat tidur yang ukurannya 3 kali tempat tidur biasa. Di situ terlihatlah pemandangan yang membuat darah kita naik. Apa itu adik-adik? jangan kemana-mana saya kembali setelah yang berikut ini.

Di situ tergolek sepasang manusia di mabuk asmara, mereka berdua tergolek telanjang dengan posisi saling berangkulan. Oh, begitu indahnya. Si cowok bernama Sony dan si cewek bernama Rini. Sony adalah lelaki sejati dengan tubuh tinggi kekar 180 cm dengan berat 78 kg menjadikan dia "the real man". Ditambah dengan ukuran batang kemaluannya yang lumayan panjang sekitar 17 cm dengan diameter 12 cm. Dan ceweknya Rini dengan tubuh seksi dan kulitnya seputih salju, tinggi 175 cm dengan berat 60 kg. Terus ditambah wajahnya secantik Marimar, rambutnya yang panjang dan indah tergerai, hidungnya semancung cewek bule, bibirnya sensual, lehernya yang jenjang, susunya yang montok dan mancung itu kira-kira 36C, perutnya yang datar dan kencang, pinggangnya yang langsing, pantatnya yang semok, teruss.. ohh.. kemaluannya terlihatlah daging vagina yang memerah segar dengan bibirnya yang sempit dikelilingi oleh bulu kemaluan yang halus rapi membentuk segitiga. Daging kemaluannya empuk dan terpelihara baik, bersih dan tidak ada bau apa-apa. Pahanya yang putih mulus dengan ditumbuhi bulu-bulu halus dan seterusnya pokoknya "uendaang" dech.

Lalu 5 menit kemudian terdengarlah bunyi weker dengan nyaringnya. Sony mendadak terbangun dari tidurnya, dia melihat Rini tertidur pulas di sebelahnya. Dia mengamati wajah pacarnya itu dengan seksama, lalu dia mencium kening pacarnya terus bibirnya yang sensual itu. Rini terbangun juga dari tidurnya terus kaget melihat Sony memandangnya penuh arti. Lalu..
"Sony sayang, kenapa memandangku seperti itu?" tanyanya penasaran sambil tangannya memilin puting susu Sony.
"Tidak kok Sayang, aku cuma kagum dengan kecantikanmu yang tiada duanya ini.." jawab Sony sambil mencium mesra bibir Rini.
"Oh.. Sony Sayang, aku tercipta memang untuk kamu seorang, aku milikmu seutuhnya Sony," jawabnya sambil memeluk tubuh Sony.
"Oh.. Rini sayang kau memang bidadariku, ohh.. I love you so much honey, ohh.. my baby.. my darling.. ohh?"

Mereka berdua saling dekap, peluk, peluk dan peluk lagi, oh sungguh indahnya. Tapi beberapa menit kemudian telepon berbunyi, mereka berdua sempat tersentak karena sedang asyik bertempur, eh.. telpon berbunyi. Telepon diangkat Rini, lalu..
"Hallo.."
"Hallo bisa bicara dengan Sony!"
"Ini dari siapa ya..?"
"Saya tantenya Sony, Tante Nadya di Surabaya."
"Tunggu sebentar..!"
Lalu..
"Sayang, ada telepon dari tantemu.. di Surabaya."
"Tante siapa sayang..?"
"Katanya sih Tante Nadya."
"Oh.. baiklah biar kuterima, sayang.."

Lalu..
"Hallo, Sony disini.."
"Hallo Sony keponakanku sayang, bagaimana kabarmu sekarang dan tadi itu tadi siapa? Nah ketahuan ya, pasti cewekmu ya. Tante bisa menebak pasti kalian berdua sekarang dalam keadaan bugil.. hayo.. ngaku.. iya apa iya..?"

"Aduh Tante gimana sih, masa pagi-pagi sudah ngomong jorok. Sony baik-baik aja kok.. dan terus terang cewek tadi itu memang cewek Sony."
"Gimana Son, memeknya tentu lebih enak dari punya Tante iya khan..? Tante senang keponakan Tante tersayang sekarang telah berbahagia.. ohh.. endanngg.."
"Tante please, jangan ungkit masa lalu.. OK. Oh ya, Tante ada perlu apa dengan Sony?"
"Oh.. ya lupa aku sorry Son.. Tante kelepasan. Gini Son, Tante mau minta tolong sama kamu. Tante mau pinjam tempat tinggal, sehari aja. Boleh khan?"
"Untuk apa Tante, Sony jadi bingung..?"
"Gini Son, Tante dengan teman-teman Tante ingin mengadakan pesta sesama anggota 'LESBIAN', boleh khan..?"
"Apa..? E.. tidak.. Tante, Sony tidak mengijinkan Tante mengadakan pesta itu. Tante tahu khan sekarang Sony sudah tidak sendirian lagi, gimana dong dengan Rini, dia akan merasa kecewa dan bisa-bisa kami berdua akan berpisah selamanya. Padahal Sony sangat mencintai Rini."

"Sony ingat kejadian sewaktu kita berdua masih tinggal seatap dulu, kalau kamu tidak mau maka Tante akan menyerahkan kaset video tentang kita sama Oom kamu dan tentunya nanti akan sampai ke tangan ibu dan ayah kamu. Bagaiman Sony kamu milih kehormatan atau mengijinkan usul Tante tadi..?"
"Jaa.ddii ohh my God, Tante tidak adil sama Sony. Tante curang saya melakukannya khan Tante yang mulai. Tapi.. ok.. ok.. ok.. dech, Tante menang kali ini. Sony akan pikirkan dulu, nanti Sony akan telpon lagi."
"Ingat Sony besok kamu harus telepon Tante, soalnya acaranya akan dilaksanakan hari Minggu besok lusa dan tentunya kamu harus ikut dalam pesta itu."
"Ya.. ya Tante, nanti Sony akan telpon, OK Tante Byee.."

Lalu tubuh Sony jadi lunglai, dia melihat Rini dengan tubuh bugilnya tertidur lagi. Sony lalu duduk di tepi tempat tidurnya. Pikirannya melayang tentang kejadian saat dia dan tantenya melakukan hubungan yang tidak seharusnya. Sony menyesal akan kejadian itu dan tanpa dia sadari Rini bangun dari tidurnya terus mendekap tubuh Sony dari belakang dengan penuh kelembutan, terus berkata, "Sony sayang ada apa kok kelihatannya sedih?" Rini memeluk dengan mesra sambil mencium pundak Sony dengan mesra.
"Rini sayang, boleh aku berterus terang sama kamu. Tapi aku mohon kamu jangan marah. Ingat cinta kita berdua, OK sayang.." katanya sambil mencium tangan Rini.
"Ya.. tentu dong sayang, aku akan terima apapun yang akan kau katakan," jawab Rini seraya menghibur Sony.

"Eeehhmm.. tadi itu Tante Nadya istrinya Oomku, kakak ibuku. Aku dulu sewaktu masih kuliah tinggal dengan Oom dan Tanteku itu. Kamu tahu kan aku dulu itu bagaimana kalau melihat body cewek seksi sedikit saja aku pasti tertarik, walaupun dia sudah kepala 4 sekalian."
"Teruss.."
"Stop sayang, aku kayaknya sudah tahu apa yang terjadi selanjutnya. Kalau saya tidak salah tebak kamu pasti ada 'main' sama Tante kamu ya khan?"
"Oh.. my.. God.. Rini bagaimana kau bisa menebak jalan pikiranku. Aku menyesal sekali karena perbuatanku itu. Rini sayang apakah kamu masih mau jadi kekasihku?"
"Sony sayang aku sudah menyerahkan 'mahkota'-ku padamu, tentu karena aku sangat mencintai kamu dan Rini ingin selamanya ada di samping kamu sayang.." jawab Rini sambil berdiri di depan Sony.
Sony merasa menyesal, lalu dia memeluk tubuh Rini pas di pinggangnya. Dia menyesal akan perbuatannya. Rini mengelus-elus rambut Sony.
"Sudah dong sayang! Rini tidak akan meninggalkan kamu."
"Ohh.. Rini sayang sungguh mulia hatimu sayang."
Sony menitikkan air matanya untuk kedua kalinya.

Lalu..
"Tapi, Rini sayang masih ada lagi persoalan yang lebih rumit dari ini."
"Sony sayang, kan Rini udah bilang apapun persoalan tidak sulit bagi Rini. Ayo katakan saja sayang mungkin Rini bisa membantu!" jawabnya tegas.
"Eee.. begini sayang, tadi Tante Nadya minta ijin untuk mengadakan pesta di tempat kita.."
"Sony sayang, khan cuma pesta biasa, biarin aja khan tidak apa-apa, masa sama tantenya sendiri kok gitu..?"
"Rini sayang, itu bukan pesta biasa tapi pesta seks sesama anggota 'LESBIAN' yang mewajibkan semua orang yang ikut harus telanjang dan lagi nanti aku akan jadi barang mainan bagi mereka, jadi saya harus melayani semua teman-teman Tante sekitar 7 orang termasuk dia sendiri. Terus tadi sebetulnya sudah saya tolak permintaannya tapi dia mengancam akan memberikan kaset video tentang hubungan kami dulu ke Oom-ku, aduhh.. mati aku..!"
"Sony sayang, benarkah kaset itu ada?"
"Benar sekali sayang, Tante orangnya memang agak licik, aduh gimana dong sayang.. besok saya harus mengambil keputusan."

"Sony sayang, mungkin inilah ujian bagi Rini. Kita berdua tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Tante kamu memang lihai, benar juga khan nasehat ibu kamu, semakin cantik seorang wanita maka wanita itu semakin licik dan kejam."
"Terus.. kita harus bagaimana ini sayang..?" Sony memeluk tubuh Rini.
"Kalau begitu, Rini terpaksa memberi ijin sama kamu. Rini tidak mau kamu putus hubungan dengan orang tua kamu dan juga Rini tidak ingin kehilangan kamu sayang."
"Ohh.. sayang betapa mulianya cintamu, aku sangat bahagia punya pacar seperti kamu."
"Tapi dengan syarat, Rini harus ikut juga, karena Rini nanti akan merekam semua yang terjadi, jadi nanti bila terjadi apa-apa kita siap dengan pembelaan kita."
"Eee.. sayang kamu licik juga rupanya, tapi boleh juga usulmu. Jadi kamu rela punyaku diobok-obok mereka.." kata Sony sambil mengecup bibir Rini.
"Sony sayang, Rini rela asalkan Sony bahagia," ucap Rini manja terus memeluk Sony dengan mesranya.

"Terus bagaimana dengan pembantu-pembantu kita sayang?"
"Besok kita suruh saja mereka untuk pergi membersihkan rumah kita yang ada di Malang biar mereka sibuk di sana dan tidak mengganggu kita, OK..!"
"Wah.. Rini sayang aku sungguh bahagia sekali punya pacar seperti kamu, kamu cerdas dan uhuuii.." kata Sony sambil mengecup puting susu Rini yang memang mancung itu.
"Ahh.. kamu nakal ya, awas aku gigit kontolmu nanti.." ancam Rini.
"Gigit aja.. siapa takut.." tantang Sony sambil terus menjilati puting yang mancung itu.

Lalu, secepat "pelor M-16" Rini pegang batang kemaluan Sony yang sudah tegang itu lalu digigitnya kepala kemaluan yang besar itu.
"Auwww.. sakit sayang.."
"Katanya tadi mau digigit, apa mau lagi ayo.."
"Kamu tega ya.. aku nangis nih.. ooeekk.. ooeekk.."
"Aduh sayang.. cup.. cuup.. cupp.. jangan nangis ini minum 'cucu' dulu.." kata Rini sambil merapatkan kepala Sony ke susunya yang montok itu.

Lalu, dengan lidahnya Sony yang sudah menjulur keluar bagai ular menjilati ujung puting sensitif itu.
"Uuuhh.. oohh.." Rini mulai mendesah-desah sambil menggerinjal-gerinjal.
Sementara mulut Sony melumat puting susunya yang sebelah kiri, tangannya memilin-milin puting susunya yang satu lagi. Tubuh Rini itu semakin menggeliat-geliat merasakan nikmat yang tak terhingga. Tak ayal lagi, puting susu Rini langsung tertelan mulut Sony dan juga langsung digelitiki dengan buasnya oleh lidahnya, membuat mata Rini mendelik-delik kenikmatan. Dengan kecupan dan sedotan yang bertubi-tubi, seluruh bagian ujung susu itu menjadi basah kuyup akibat lumatan mulut dan jilatan lidah Sony. Mulai dari puting susu yang kiri sampai puting susu yang sebelahnya lagi.

"Soonn.. auuhh.." Rini mendesah dan menjerit keenakan tak terkendali.
Sementara tubuhnya yang tengah dilanda hawa nafsu menggeliat-geliat tak tentu arah. Sony pun tidak mau kalah. Dia jilati lembah di antara kedua bukit membusung di dada Rini. Sementara itu, jari-jemari kedua tangannya memainkan kedua puting susu di puncak bukit-bukit tersebut.Ah! Betapa mengasyikkan sekali peristiwa seperti itu. Susu Rini begitu tinggi, mencuat, lagi pula cepat sekali mengeras.

Puting susu Rini yang tinggi dan runcing kembali menjadi santapan yang lezat mulut Sony. Bunyi kecepak-kecepak dan seruput-seruput terdengar dari mulut Sony yang terus-menerus asyik melumat dan menghisap-hisap puting susu Rini kekasihnya itu. Tubuh Rini pun dibuatnya melengkung ke atas, membuat payudaranya semakin mencuat ke atas, yang tentunya semakin membuat gairah birahinya membulak-bulak. Sedotan-sedotan Sony pada puting susu payudara Rini pun semakin menjadi-jadi. Seakan-akan Sony tidak mau melepaskan benda antik yang begitu menggairahkan ini.

Bersambung . . . . .

0 comments:

Post a Comment