Pages

Friday, September 7, 2012

kenikmatan dirumah sakit


Waktu ku sadar, ku coba membuka mataku perlahan.. duh berat banget ini mata..
Ku paksa lagi buka mataku pelan2, dan akhirnya aku bisa melihat bahwa aku berada di ruangan yang penuh warna putih, terang, terasa sejuk..
Pemandangan itu tak terlihat jelas, terang banget..



Pelan2 ku coba perhatikan lagi sekelilingku.. akh!! masih belum jelas juga.
Kucoba gerakkan tanganku, lemes banget....
Lahh?? Jangan2 aku udah meninggal ya??

"Oi bro!!"
Muncul sebuah kepala didepan wajahku.
"WAAAAAAAAAAAAAAA........!!!!!"
"Kenapa loe teriak kayak liat setan aja!", kata sosok tersebut.
Lama2 kuperhatikan, ternyata wajah itu sangat ku kenal sekali.

"Loe ngapain disini, bro? Kapan matinya?", tanyaku.
"Sembarangan loe masa gue dibilang mati!", jawab fuckboy dengan kesal.
"Loh ini bukannya di surga ya?"
"Hah? surga? sadar dong bro! Loe lagi diopname, belom meninggal".
"Opname? emang gue diopname kenapa??", tanyaku heran.
"Ngigo yah? Khan elo sakit typus, kayak sakit parah aja nih sampe ilang ingetan".

Ku coba perhatikan sekeliling ternyata aku baru sadar, aku terbaring tak berdaya di kamar rumah sakit.
"Nih jauh2 gue dari Jakarta bawain oleh2 buat loe, cepet sembuh ya bro!", fuckboy menaruh kantong plastik di meja kecil sebelahku.

"Wahhh.. makasih nih, baik banget loe bawain buah2an buat gue!"
"Yang bilang buah2an siapa? Nih gue burn bokep2 ke DVD buat loe, kasian loe nggak bisa download bokep".

"Gimana keadaan loe?Enak nggak disini?",tanya fuckboy.
"Hah?Orang diopname kok ditanyain enak apa nggak sih".
"Yah khan loe masuk rumah sakit yang penuh suster2 cantik, makanya gue bela2in jenguk sampe ke sini".

"Permisi, maaf.. jam besuknya sudah habis", kata seorang suster yang tiba2 muncul dihadapanku dan fuckboy.
"Tuh tuh... bener khan bro?? Mantaff..!!", fuckboy berbisik padaku.
Wow.. cantik banget nih suster, jarang2 liat suster cantik begini. Belahan kerah seragam susternya sampai di dada, wuihh.. dahsyat!

"Bro, pulang dulu ya! Ntar kita online di YM lagi kalo udah pulang".
Akh! Si fuckboy membuyarkan lamunanku. Akupun mengangguk, mataku masih tertuju pada belahan dada suster cantik itu.

Setelah fuckboy menghilang dari peredaran, suster cantik tersebut mendekatiku dan bertanya, "Gimana keadaannya? udah membaik? ada keluhan?".
Waoww... terlihat jelas sekali belahan dadanya di depan mataku.
"Se... se... seger kok, sehat banget"

Si suster pun tersenyum, "Iya.. tapi masih harus dirawat 3 hari lagi ya, karna belum bener2 pulih".
"Nggak papa kok, iya emang harus dirawat lamaan lagi, biar makin sehat". Wah sehat nih aku ngeliat pemandangan gini tiap hari.

"Sekarang udah waktunya makan siang, udah bisa dibawa kesini makanannya?",tanya suster cantik itu.
"Iya sus, boleh".
"Cukup panggil namaku aja, aku Rika"
"Oke Rika!"
Rika tersenyum, "Aku ambil makan siangnya dulu, kalau ada apa2, pencet bel disini ya", kata Rika sambil menunjukkan tombol bel di dekat ranjang.
Aku menggangguk.
"Ok kalo gitu, semoga kamu puas dengan layanan VIP kami".
"Eh? VIP? Seingetku aku minta di kamar kelas 1".
"Iya, tapi atas saran Joss, kamu dipindahkan kesini, biar dapet layanan yang lebih baik". Rika tersenyum, lalu keluar dari kamarku.

***




Aku meraih remote TV di meja kecil sebelahku, ku arahkan remote ke TV yang berada didepanku lalu kutekan tombol ON.
Terlihat seorang suster cantik namun seperti sedang membawa berita.
"Welcome to DS Forum Royal Hospital, @#%#&#@$!@#&$*&*%*(^#$^$%!!$!@$?%@^$... ". Waduh, nggak ngerti aku bahasa inggrisnya tingkat tinggi.

Ku lihat remote TV, ternyata ada tombol AUDIO. Setelah kupencet, ada pilihan beberapa bahasa, kupilih bahasa Indonesia.

"Selamat datang di Rumah Sakit Royal DS Forum, kami menyediakan fasilitas yang canggih dan servis yang pastinya akan membuat anda nyaman sampai kondisi anda pulih. Diantaranya servis yang paling diminati pasien kami adalah Hand Job",
Muncul cuplikan video seorang suster sedang memasturbasikan pasiennya. Wah gila nih.. masa ada pelayanan begini disini?

"Kami juga menyediakan servis yang lainnya, yaitu... ", Muncul lagi cuplikan video pasien sedang menyetubuhi suster dengan posisi doggy style.
GILAA.. aku juga mau nih kyk begini!
"Permisi..", tiba2 suara Rika terdengar. Aku langsung buru2 mematikan TV. Ia datang membawa makan siang ku.
"Abis nonton TV yah?", tanyanya sambil matanya terarah pada remote TV di tanganku.
Waduh ketauan juga nih.. Aku hanya tersenyum malu.

"Mau tanya nih, Rika.. emang pelayanan seperti itu ada ya di sini?"
"Pelayanan apa?"
"Ya.. yang gitu2..", jawabku dengan gugup.
"Oooo...", Rika tersenyum. "Iya, pasti."
"Pelayanan itu dikasihnya kapan?", tanyaku lagi.
"Tergantung pasien maunya kapan, kenapa Max?", Rika tersenyum lagi.
"Kalo aku maunya sekarang?bisa?"
"Bisa dong, kalo gitu aku panggil suster2 lainnya dulu ya, tinggal kamu pilih mau sama siapa", kata Rika hendak keluar dari kamarku.
"EEEH... ga usah.. aku maunya kamu aja kok".


Rika pun mendekatiku.
"Kamu mau diapain, Max?"
"E... Engga kok.. aku cuma mau... ehm... susu", Mataku tertuju pada belahan dadanya. Penasaran banget aku pengen liat dadanya tanpa ditutup apapun.
Rika pun tersenyum, "Ooh. kamu mau ini?", sambil menuntun tanganku dan mengusap dadanya.
"I.. i.. iya...". Wah.. kayaknya montok nih. "Ayo dibuka..", pintaku.

Rika pun perlahan2 membuka kancing seragamnya dan akhirnya, LEPAS!
Hanya terlihat ia mengenakan bra hitamnya. Wah.. terlihat kenyal banget.. kuperhatikan terus kebawah, ternyata ia tidak mengenakan celana dalam.
Bulu kemaluannya tercukur rapih. "Kok perhatiinnya kesitu? Katanya mau ini..", Rika melepaskan bra hitamnya.
Putingnya berwarna kecoklatan yang terlihat kontras dengan warna kulitnya yang putih.



"Nunggu apa lagi, Max?". Rika mendekatkan buah dadanya ke wajahku.
Putingnya langsung ku lahap nafsu, walau perut terasa lapar, nafsu birahiku harus terpuaskan dulu.
Ku kulum putingnya dengan lembut sementara tangannya mengusap kepalaku dengan penuh kasih sayang. Lidahku menjilat2 dan sesekali putingnya kuhisap.
"ahh... kamu masih muda tapi pinter banget ya".

Rika melepaskan jilatanku, ia membuka selimutku dan menurunkan celana piyamaku. Lalu Rika naik keatasku, dan mengarahkan putingnya lagi ke mulutku.
Kujilat lagi puting susunya. Tiba2 aku merasakan sentuhan yang hangat di batang kemaluanku. Rika menempelkan m*meknya di k*ntolku. Hangat.. dan terasa agak lengket. Lagi enaknya aku menjilati putingnya, ia menggesek2kan m*meknya di k*ntolku. Wah perasaan itu sangat dahsyat, udah badan lemes begini, malah dienakin. Mana kuat?

Rika mendesah keenakan merasakan kenikmatan atas bawah. Rika melepaskan kenyotan ku di putingnya, lalu lebih konsen pada gesekan di k*ntolku.
"aarrghh.. gila kamu Rika! enak banget!"
"ahh... kamu suka?"
"ooouughh... bangeeettt..."

Tiba2 Rika menghentikan gesekannya, ia memegangi k*ntolku dan mengarahkannya ke m*meknya.
"EEhhh!! STOP STOP!! aku nggak mau itu.. cukup di sepong aja". Gila, lemes begini masa mau di*ntot. Bisa makin sekarat aku.
"Yaudah, nggak papa kok, aku nggak maksa", Rika tersenyum nakal. Lohh? Kok kesannya dia yang pengen ya?

Rika mendekati k*ntolku dan mulai menjilati batang k*ntolku dari bawah ke atas, sementara jari2nya mengusap biji ku dengan lembut.
"hhh.. kalo gini sih nggak sembuh2 nih aku"
"Nggak papa, biar disepongin tiap hari lagi sampe sembuh".




Rika langsung melahap k*ntolku, disepongnya penuh nafsu, k*ntolku jadi basah keluar masuk dari mulut Rika. Dikocokkannya k*ntolku dalam mulutnya dengan irama cepat - pelan - cepat lagi. Belum lagi kepala k*ntolku dihisap hisap kuat serasa mau lepas tapi sangat sangat nikmat. "Arrghh!! enak banget, Rikaa!!"

Setelah 20menit disepong Rika, ada sesuatu yang mendesak ingin keluar dari k*ntolku. "Rika... mau keluar nihh..!! Ouhhh...".
Rika melepaskan sepongannya dan mengocok k*ntolku dengan tangannya dengan cepat. Sentuhan tangannya yang halus membuat k*ntolku makin keenakan.
Beberapa saat kemudian "Ri.. Rika....", cairan putih kental keluar dari k*ntolku. Seakan lahar yang keluar dahsyat dari letusan gunung merapi.

Lega, tapi badanku jadi semakin lemas.. wah.. kapan sembuhnya aku?
Rika menjilati sperma yang menempel di tangannya lalu menjilati yang menempel di k*ntolku, sambil di sepong lagi.
Aku pun pasrah apapun perlakuan Rika, ada pelayanan begini yah jangan disia2kan.

Tak lama kemudian mataku terasa ngantuk, Rika pun selesai men-servisku, ia kembali mengenakan seragam susternya dan menyelimutiku.
Aku pun memejamkan mataku dan tertidur pulas.

0 comments:

Post a Comment