Pages

Friday, September 7, 2012

Jejak Petualang Mesum

(Cerita dari salah satu pengunjung blog ini : “Petualang”)
Gue punya cerita juga ni, usiaku kini udah 30 tahun. ceritanya gini ! waktu itu usia gue baru 13 tahun, kebetulan rumah gue cuma punya dua kamar. kamar yang satu miliki bokap dan nyokap gue. Kamar yang satunya ada dua tempat tidur, yang besar dihuni tante, adik, ama sepupu dari ibu. Kebetulan ada sepupu dari ayah yang datang dari kampung untuk lanjutin sekolah dikotaku. Jadi selama tinggal dirumah dia tidur diranjangku berdua. Pada awalnya biasa-biasa saja, namun pada suatu malam ada perasaan aneh setelah mimpi basah. Gue terbangun dapatin sepupu gue lagi ngangkang di samping gue, sebelah kakinya terkangkang sampai keluar dari kelambu, yang sebelahnya lagi nindih kontol gue yang lagi konak.Pelan-pelan tangan gue alasan bergerak keatas kemaluannya, sambil tunggu reaksi jangan-jangan dia bangun. Namun kayaknya tidur mati. Pelan-pelan gue tarik roknya keatas sedikit-demi sedikit hingga kepangkal pahanya, tunggu lagi reaksinya, eh.. kayaknya nggak bangun-bangun, gue terusin aja. perlahan-lahan tangan gue susupin kedalam celana dalamnya, jari tengah gue telusurin turun kecelah bibir kemaluannya, semakin-lama gue gerak-gerakkan jari makin lama makin basah saja, gue pikir mungkinh udah bangun. namun setelah di peratiin nafasnya tetap teratur. kemudian gue lanjutin lagi. kali ini gue geser kakinya supaya gue bisa bangun, selanjunya posisi gue atur supaya lebih lelauasa ngobok memeknya, kembali jari gue nempel gi atas celana dalamnya, kali ini lewat samping celana dalamnya yang kayaknya kelonggaran. perlu diketahui sepupu gue ini baru 15 tahun, badannya tinggi namun ramping, pinggulnya baru terbentuk, cetakan dadanya pun baru sedikit menonjol kira-kira segenggam telapak orang dewasa. oh ia ampir lupa gue lanjutin lagi pengalaman gue ! kemudian gue sibak aja celana dalamnya kesamping, kelihatan memek yang memerah, gue coba tekan-tekan kok nggak masuk pakai jari tengah, kemudian gue ganti pakai jari kelingking akhirnya masuk juga, pelan-pelan gue keluar masukkan makin lama-makin basah saja. karna udah lancar ganti dengan jari tengah, akhinya juga lolos dan lancar masukinnya . makin lama makin konak gue. kemudian gue keluarin kontol gue yang udah nganceng, kemudian gue sibak lagi celana dalamnya sambil masukin kontol gue pelan-pelan setelah pas rasanya gue tempatkan tangan gue di samping kiri dan kanan pinggangnya sambil nekan pelan-pelan namkun kayaknya nggak bisa masuk semua hanya sebatas lehernya doang, ya udah dasar nggak pengalaman. pikirnya cuma sampai disitu batasnya, ya udah gue tarik tekan berulang-ulang kira-kira sekitar 25 menit terasa ada yang nyut-nyut di kepala kontol gue, rencananya mau di tarik keluar, namun terlambat udah muncrat duluan, gue panik, gimana ni! gue inget cerita guru biologi kalau airnya laki masuk ke memeknya perempuan bisa-bisa dikawinin udahnya. ya… gimana ni, akhirnya gue putusin nyari yang bisa di bikin lap, yang ada cuman baju kaos gue, ya udah! pakai ini saja gue ngelap memeknya. Pada saat lagi ngelap kelihatan sepupu gue gelisah tapi tidak bangun malahan, terasa memeknya makin lama makin basah dan terasa berdenyut-denyut. karna nggak mau ngambil resiko gue hentikan saja dan pura-pura tidur lagi.
Be the first to like this post.This entry was posted on Saturday, September 20th, 2008 at 12:22 am and is filed under Jejak Petualang. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 comments:

Post a Comment