Pages

Wednesday, August 8, 2012

Bang Rhoma in Action: Agnes Monica



” Ga bisa ini, memalukan bangsa saja ” Resah Bang Rhoma Irama, sang raja.Yang gelisah menonton infotainment, dimana sedang mewawancarai Agnes yang berencana mengadakan konser di malaysia..” Gila ini gila…
Gumam Bang Rhoma..” Sakrie, besok hubungi manajement-nya dan suruh dia mengadap saya, ini bisa memalukan Indonesia ” Ucap Bang Rhoma menyuruh Ajudannya itu, sementara Matanya tak pernah lepas menaap setiap lekuk tubuh Agnes di layar televisi, sambil mengaruk-garuk selangkangannya..

” Gila buat Apa gue kesana !! ” bentak Agnes di telepon saat Sakrie menghubungi Agnes..Perihal kemauan Bosnya bertemu dengan Agnes..Agnes pun langsung mematikan telepon itu..

” Gila ya tuch orang, mau apa sich ” pikir Agnes, sambil mengambil posisi tread mill di gym dalam rumahnya..Tak lama ponsel Agnes berbunyi, sebuah sms masuk, Agnes pun bergegas melihatnya..Langsung dari Bang Rhoma Irama..Pesannya :

Saya akan membatalkan konsermu di Malaysia ,Jangan salahkan saya , saya sudah berusaha baik-baik..

Kesal sekali Agnes dengan ancaman kosong seperti itu..Dia pun langsung mengetik sms mencaci bang Rhoma..

Heh Orang kampung, yang idolanya orang-orang kampung..Orang kampung kayak lu bisa apa sich !!

Ancaman Rhoma Irama hanya dianggap angin lalu , hingga beberapa minggu kemudian Agnes mendengar kabar bahwa konsrnya terhalang izin..Agnes pun sontak kaget mengetahuinya, dia pun segera mencari nomor Rhoma Irama di ponselnya untung belum dihapus..

Setelah memohon akhirnya Agnes dapat bertemu dengan Bang Rhoma dikantornya, dengan syarat sendiri, di hari yang ditentukan Agnes pun bergegas beranjak ke tempat yang dijanjikan..

Sekian lama menunggu namun belum juga Agnes dapat menemui Bang Rhoma, resah rasanya, sudah sekian jam dia menunggu..Hingga akhirnya diantar sekretaris Pribadi Bang Rhoma Agnes diantar ke ruang kerja Bang Rhoma

” Ya masuk ” Balas orang dibalik pintu , saat Agnes mengetuk ruang kerja yang berada,..

” Oh sudah datang , ayo duduk..” sambut Rhoma irama dari tempat duduknya..Ragu Agnes mulai melangkah masuk, dan duduk di hadapan bang Rhoma yang tampak santai duduk di bangku kerjanya..Baru saja Agnes mau mulai berbicara, Bang Rhoma langsung menjawab pertanyaan Agnes yang belum sempat terucap..

” Saya tahu maksud kedtangan sodari kesini ” kata Bang Rhoma dengan gaya sok berwibawanya..
” Kalau gitu saya minta upaya bapak tidak mempersulit saya.. ” minta Agnes cepat..
” Hmmm, ok, ok, tapi bagaimana bila orang-orang tahu sms Agnes yang menghina saya, dan penggemar-penggemar saya… ” ” Maaf pak, toh saya pun sudah menghapus sms bapak, kita anggap aja selesai..” Mohon Agnes…mengalah

” Ok, ok.. tapi bagaimana bila wartawan melihat video ini… ” Kata Bang Rhoma sambil menyalahkan televisi…

Agnes sungguh terperanjat, tak pernah diduganya akan masuk dalam perangkap ini, layar telivisi itu menampilkan adegan saat ia tak tahan lagi menahan kencing dan adegan itu merekam saat dia buang air kecil di kantor itu…

” Hancur sudah ” pikir Agnes.
” Pak saya mohon ampunin saya.. Jangan sampai ada yang tahu.. ” Mohon Agnes lirih…
” Hahaha, sekarang lu tahu kan orang kampung bisa apa ” Bentak bang Rhoma..Agnes pun hanya dapat menganguk kecil..
Bang Rhoma pun mendorong kursinya, ternyata dia sudah tak mengenakan celananya lagi, penisnya yang besar mengacung dahsyat..Agnes pun sampai terbelalak melihat penis itu…

” Ayo sini puasin gue, atau mau konser lu batal ?? ” ancam Bang RhomaAgnes menggeleng jijik, membayangkan penis yang besar dan berbulu lebat itu…
” Oh jadi lu ga sayang karier lu, mau video ini sampai ke wartawan ” Agnes langsung panik dibuatnya…Dia pun buru-buru mendekati kursi bang Rhoma..
” Iya-iya tapi tolong jangan lakuin itu ” lirih Agnes…”

Nah sekarang lu musti puasin gue ” Kata bang Rhoma sambil mengocok-ocok penisnya..
Dengan terpaksa Agnes menurunkan tubuhnya kelantai, bertumpu pada lututnya.. dan mengengam penis bang Rhoma yang telah menegang , melihat ukurannya saja sudah membuat Agnes takjub belum lagi ukurannya yang besar itu, membuat Agnes bergidik, belum pernah dan sedikit tidak percaya bagi Agnes berhadapan dengan penis sebesar itu…

Penis dalam genggaman Agnes itu mulai diciumi oleh Agnes, sebelum mulai dijilati dari pangkal sampai ke kepalanya, sesekali penis itu bergetar menikmati sapuan-sapuan lidah Agnes…

” Ayo, ayo masukin donk , masa ditoel-toel, mau semuanya cepat selesai kan ?? ” Pinta Bang Rhoma..
Dengan sedikit rasa jijik Agnes pun mulai memasukan penis itu dalm mulutnya, bau belum lagi bulunya yang merambat sampai pangkal, namun tak sampai setengah penis itu sudah mentok..
” Ayo, lagi donk… ” Suruh bang Rhoma..
” Dah mentok pak ” Ucap Agnes lirih,..
” Masih bisa Ah itu ” Lanjut Bang Rhoma sambil mendorong kepala Agnes ke penisnya lebih dalam…
” Ughhh, mmmphmm ” Agnes tersedak karena memang penis Bang Rhoma sudah tak muat lagi dalam mulutnya..
” Ups..mank dah mentok ya.. ” tawa Bang Rhoma penuh kebanggaan..Mata Agnes berkaca-kaca menahan rasa malu…
” Cup-cup , jangan nangis dech ya. Dah sepong sekarang ” Perintahnya..
Bang Rhoma

Bang Rhoma

Agnes dengan terpaksa mulai mencium dan menjilati penis Bang Rhoma perlahan sambil; sesekali mengocoknya..Penis bang Rhoma kuat dan tegak sekali, urat-urat menghiasi batangnya yang sangat hitam, sakin seringnya memangsa wanita, jelas sekali Agnes yang liar ini kalah pengalaman dibanding Bang Rhoma Mengerahkan semua kemampuanya..

Agnes mulai mengulum dan menghisap penis itu, dngan seluruh kemampuannya, terdengar desahan Bang Rhoma yang menikmati hisapan Agnes..

” Ya , ya gitu, ga percuma disekolahin mahal-mahal, pasti lu sering gini ma guru-guru lu ya ampe bisa rangking ” Ejek Bang Rhoma, tak perduli dengan ocehan bang Rhoma Agnes tampak keasikan dengan kerasnya penis Bang Rhoma, Agnes menggerakkan lidahnya memutari kepala penis Bang Rhoma, yang membuat si empunya makin keenakan..

Agnes benar-benar takjub dengan kemampuan Bang Rhoma, seolah tak percaya 15 menit telah berlalu bahkan sampai membuat Agnes berkeringat, bang Rhoma menikmat sekali Agnes yang berkeringat sampai rambut Agnes yang panjang itu basah oleh peluhnya sendiri,

Semakin Liar Agnes mengocok penis itu, berharap Bang Rhoma secepatnya menuntaskan birahinya, dan menandatangi surat izin baginya dan tidak menghalang-halangi lagi izin konsernya di Malaysia..
Bang Rhoma langsung membenamkan wajahnya dalam payudara Agnes , sambil mengigit, melumat dan menghisapi puting payudaram tak kepalang tanggung hisapannya seperti Vacum Cleaner, membuat Agnes tersentak belum lagi tangannya pun mulai mengerayangi payudara di sebelah kanan..Belum habis sampai ditu, tangan Bang Rhoma yang satunya sudah asyik menelusuri lekuk tubuh Agnes dan mencaplok bokongnya

” Wow, dikira palsu , ternyata yang selama ini bukan spons ya ,” ucap bang Rhoma, mengomentari padatnya bokong Agnes Baru sesaat, Bang Rhoma langsung membenamkan lagi wajahnya ke payudara Agnes dan kembali menyusu. Menjilati dan mengunyah seluruh permukaan payudar Agnes yang tidak besar itu sambil mengemut dan menghisap kuat-kuat, hingga meninggalkan bekas-bekas merah di payudara nya..
Tangannya yang dibawah juga tidak bisa diam, meremas-remas pantat dan paha Agnes , sambil menggerayangi vagina Agnes yang maih terbungkus celana dalam dan sesekali menusuk-nusukkan jarinya di sana..

Agnes pun tak kuasa mendesah dan memeluk bang Rhoma erat-erat, dia dapat merasakan seluruh darah dalam tubuh nya mulai beriak bergejolak karena rangsangan ini.. Tak lupa Bang Rhoma pun mencupangi leher Agnes, dengan sangat lapar belum lagi tubuhnya yang berbulu lebat bagaikan Gorila menyantap seorang wanita cantik..

Terus merambat naik hingga akhirnya mulut mereka bertemu. Mulanya Agnes berusaha menutup mulutnya kala lidah Bang Rhoma berusaha menyelip masuk dalam mulutnya, namun karena jemari bang Rhoma mulai membuka celana dalamnya, dan mengelus-elus vagina, sambil sesekali menusukan jemarinya ke dalam vaginanya yang mulai basah itu…

Membuat Agnes tak dapat mengunci mulutnya rapat lagi, saat itu masuk-lah lidah bang Rhoma dalam mulut Agnes dan langsung merambahi seluruh gua itu..

” Masukin Ah…” Kata Bang Rhoma santai, sementara Agnes gelagapan mendengarnya..

” Bang, janjinya kan ga gini ” protes Agnes..” Protes aja !!! Mau ditandatangani ga nich ! ” Ancam bang Rhoma , menunjuk surat izin konser Agnes di malaysia, membuat Agnes terdiam..

Bang Rhoma pun merebahkan tubuh mulus Agnes di ats meja kerjanya dan mencabut celana dalam Agnes yang telah setengah tersingkap…Bang Rhoma menatap vagina Agnes yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu..

Berdecak kagum oleh bau aromanya yang harum itu..Bang Rhoma pun mengarahkan rudalnya ke vagina Agnes..Penis itu dimainkannya di mulut Vagina Agnes, membuat Agnes mendesis nikmat,..perlahan menyeruak masuk..

” Pelan pak… ” Pinta Agnes Perlahan-lahan batang penis Bang Rhoma melesak masuk makin dalam membelah bibir vagina Agnes, perih sekali terpancar dari muka Agnes yang belum pernah di sentuh penis sebesar ini..

” Hmmmm ” desah Agnes tertahan, sementara penis itu mulai masuk makin dalam, perlahan penis itu mulai menghilang masuk, namun belum sampai seperempat, penis itu sudah tertahan, Bang Rhoma mencabut penisnya dan menyodokannya lebih dalam..

” Gila Sempit amat ?? ” tanya bang Rhoma , sambil menghentakan penisnya makin dalam, tak lama

Penis Bang Rhoma menyentak Agnes kencang, kuat dan kasar sekali, wajah Agnes mulai menampakkan kenikmatan yang sesungguhnya tak diingininya, namun penis itu melesak cepat dalam lubang kemaluannya..” aaaahhh, aaa…. ” Agnes mendesah tak karuan di sela tawa Bang Rhoma yang menatap wa jah Agnes dengan penuh kepuasan, menikmat wajahnya yang merintih sakit keenakan, tak berdaya menghadapi keberkasaan birahi sang RajaMeja kerja Bang Rhoma sampai bergetar tak karuan , karena Agnes menumpuhkan beban beratnya pada meja itu, kala Bang Rhoma mengerjainya dari belakang,

Bang Rhoma benar-benar ganas, sementara Agnes makin tak berdaya di tangannya, tubuh Agnes penuh
” Ooohh..!” desah Agnes, lebih kencang dari sebelumnya sambil mencengkram tubuh Bang Rhoma. ” Sakit , sakit , sakit ?!!!” tanya Bang Rhoma setengah membentak, jelas saja diancam seperti itu, membuat Agnes terpaksa menggelengkan kepalanya, belum lagi Bang Rhuima justru sngaja menghujamkan penisnya lebih kuat… Perlahan vagina Agnes mulai terbiasa dengan ukuran Penis dalam vaginanya, perlahan sakit yang tak tertahan itu mulai memudar dan berganti dengan kenikmtan, Agnes pun sesekali menggigit bibir atau jari Bang Rhoma yang sengaja disodorkan ke mulut Agnes untuk menahan sensasi kenikmatan ini. Semakin lama semakin cepat pula Bang Rhoma memaju-mundurkan penisnya, mengenjot Agnes dengan seluruh kekuatannya..berusaha menguasai si Liar Agnes dengan seluruh kekuatannya..Tubuh Agnes terlonjak-lonjak dan menekuk tertahan menahan gempuran Bang Rhoma..Payudara Agnes yang membusung kehadapan Bang Rhoma, tak disia-siakan oleh bajingan itu dan langsung melumat payudara Agnes. Tak lama sensasi ini tak tertahan lagi oleh Agnes..Dunia seolah berputar baginya, namun mengetahui hal ini, Bang Rhoma justru menghentikan gempurannya, membuat Agnes setengah gila menerima sensasi yang tertahan ini.

Bang Rhoma menyeringai, menatap mata Agnes yang seolah bertanya, sambil menahan sensasi organsme yang telah didepan mata.. Tak berapa lama Bang Rhoma kembali mengerjai Agnes, digempurnya habis-habisan, kal Agnes kembali mendekati Organsmenya, Bang Rhoma langsung menghentikan hentakannya..Berulang-0ulang hingga beberapa saat..membuat Agnes nyaris gila berusaha mencapai puncak..Bang Rhoma tampak menikmati sekali mengerjai Agnes sedemikian rupa, Agne mulai tak tahan dan membuang semua harga dirinya..Dia pun mulai aktif mengerakan pinggulnya menghujamkan penisnya dalam-dalam ke penis Bang Rhoma..Peluh membasahai tubuh Agnes, wajahnya memancarkan birahi yang tak terbatas, sementara bang Rhoma tampak menikmati sekali pemandangan dimana justru Agnes sendiri lah yang aktif mengenjotkan tubuhnya..Disertai lolongan keras, tubuh Agnes meliung keras, menjerit menahan desah, saat berhasil mencapai organsme, dahsyat sekali, tubuh Agnes menelaah di udara beberapa saat, hingga cairan spermanya tumpah ke lantai..membasahi meja Bang Rhoma..” Bocor ya…” ejek Bang Rhoma, namun Agnes tampak cuek-cuek saja, berusaha mengambil nafas, sesaat setelah tubuhnya kembali terhempas ke meja kerja Bang Rhoma, belum habis rasanya, bang Rhoma yang tersinggung karena dicuekin Agnes langsung mengenjot Agnes lagi, hingga membuat Agnes gelagapan kali ini dia benar-benar tak berdaya, setelah dikerjai sedemikian rupa, Bang Rhoma langsung menumpahkan semua kekesalannya pada tubuh Agnes..Agnes benar-benar kagum dengan penis Bang Rhoma yang demikian perkasa dan staminanya yang dahsyat, baru kali ini Agnes tak berdaya sedemikian rupa,.. dia yang masih bertenaga melanjutkan ronde berikutnya.

Tubuh Agnes dibalikkan menelungkup diatas meja dan kakinya menjuntai menyentuh lantai, hingga pantat Agnes menunggingBang Rhoma meremas pantat Agnes,..Agnes langsung bergidik kala jemari Bang Rhoma, menyeruak dalam Anusnya..” Jangan Bang Jangan.. ” Agnes ketakuan setengah mati, membayangkan penis super bang Rhoma memerawani anusnya..” Iya – iya.. Haram itu… ” Enteng Bang Rhoma menjawabnya, namun berbeda dengan tindakannya yang langsung menekan masuk penisnya dalam anus Agnes..” Uuhh.. Acgghh..!” Rintih Agnes, saat penis super itu membelah Anusnya… Dalam posisi ini membuat sodokannya semakin keras dan dalam, hingga membudahkan bang Rhoma memasukan penisnya dalam anus Agnes..badannya tergoncang menahan gempuran Bang Rhoma, air mata pun menetes…Payudara Agnes pun tertekan dan bergesekan di meja kerja Bang Rhoma hingga meninggalkan cetakan payudaranya di kaca meja..Bang Rhoma makin asyik mengejot Agnes, apalagi menikmati orkestra desahan Agnes yang membahana mengisi ruangan itu..Mengenjotnya semakin cepat, makin cepat dengusan nafas Agnes, seolah kehabisan Oksigen justru menjadi pemandangan yang indah buat Bang Rhoma..

Beberapa menit Bung Rhoma terus menggenjot Anus Agnes dengan kecepatan tinggi.. tubuh mereka sampai mundur beberapa langkah, hingga payudara gnes yang tadi menempel di meja kini tergantung bebas diudara..Sambil melangkah Bang Rhoma terus mengerjai Agnes, hingga gadis itu merintih kesakitan ditengah kenikmatan, berusaha menahan Organsmenya..Berjalan hingga terhenti di sofa di pojok ruangan dan Agnes pun menumpukan tangannya di ujung sofa itu, sementara bang Rhoma makin asyik dan keras mengenjot Agnes, Tangannya pun mulai bermain didepan mulut vagina Agnes, sebelum akhirnya diamblaskannya masuk dalam vaginanya…” Ughhh ” lolong Agnes kala jemari bang Rhoma terdorong masuk..Sambil mengenjot Anus Agnes, Bang Rhoma pun mennyodok-nyodokan jemarinya dalam vagina Agnes, hingga membuat Agnes Meraug-raung menahan organsme, yang akhirnya bocor juga…” Hmmmm ” Tubuh Agnes mengelijang, otot-ototnya menderik, sementara Bung Rhoma langsung mencabuta penisnya dan jemarinya menyeruput cairan cinta milik Agnes Monica..”Sluurp.. Sshhrrp” Bang Rhoma menjilati kemaluan Agnes yang telah basah itu, dengan bernafsu, cairan orgasme Agnes yang banyak itu diseruputnya hingga kering, bahkan sesekali bang Rhoma malah mengorek-ngorek vagina Agnes berharap masih ada Madu yang tersisa.Agnes mendesis dan tanpa sadar mulai meremas rambut Bang Rhoma yang modelnya aneh itu menahan gempuran Bang Rhoma yang begitu ekspert..

Vagina Agnes terus dihajar oleh Bang Rhoma selama 10 menit, dihisapinya clitoris Agnes yang membuat Agnes makin kelojotan..Hingga Agnes berorgansme kecilSetelah puas bermain Agnes pun dibopong naik kepangkuannya dengan posisi berbalik. Bang Rhoma langsung mengarahkan penisnya ke lubang vagina Agnes, perlahan kembali penis yang sudah menjelajah ke vagina dan anus Agnes kembali harus masuk garasi lagi..Penis Bang Rhoma mulai menyeruak masuk tertahan, tetap saja penis bang Rhoma terlalu besar buat Agnes, Sedikit demi sedikit Agnes merasakan ruang vaginaku terisi penuh oleh penis bang Rhoma, Agnes mengatur nafas, berusaha membuat otot-otot vaginanya rileks, melancarkan penis perkasa itu membobol vaginanya dengan lebih mudah..Dengan beberapa hentakan keras akhirnya penis Bang Rhoma berhasil masuk dalam vagina Agnes.. 20 menit lamanya Bang Rhoma memacu Agnes dalam posisi demikian sambil memnita Agnes berputar-putar..hingga Penis bang Rhoma seolah mengaduk-aduk vagina Agnes..Entah berapa banyak Organsme yang menerjang Agnes..Wajahnya sudah tampak kewalahan, matanya lemas sementara bunyi tumbukan Paha dengan pinggul nya terdengar makin nyaring, Berbeda dengan Bang Rhoma yang makin asyik menikmati rintihan-rintian Agnes..Saat mereka berhadapan, Bang Rhoma langsung melumat payudara dan mulut gnes, tak lama kembali memutar membuat Agnes benar-benar tak sanggup lagi..

Bang Rhoma mengganti posisi dengan Doggy Style hingga bagian Penisnya yang tadi tidak sempat menikmati jepitan otot vagina Agnes, kebagian masuk, membuat Agnes makin terbenam dalam sofa, bahkan dia sudah kecapean untuk sekedar mengangkat wajahnya..mulutnya hanya megap-megap menahan nikmat..Vagina Agnes, kembali menembakan cairan organsme, saat empunya tak lagi sanggup menahan Organsme..Hingga makin membuat Semakin lama goyanganku semakin lemah, sehingga tinggal dia saja yang masih menghentak-hentakkan tubuhku yang sudah lemas di pangkuannya. Belakangan dia melepaskanku juga dan menyuruh menyelesaikannya dengan mulut saja. Aku masih lemas dan duduk bersimpuh di lantai di antara kedua kakinya, kugerakkan tangan kananku meraih penisnya yang belum ejakulasi. Benda itu, juga bulu-bulunya basah sekali oleh cairanku yang masih hangat. Agnes terpaksa membuka mulut dan mengulum penis Bang Rhoma yang basah iu, menahan jijik, penisnya yang penuh sperma tercampur cairan Vaginaku sendiri, mata Agnes sungguh kuyu, sementara Bang Rhoma yang diatas tampak memaksa Agnes membersihkan penisnya..Agnes mun menjulurkan lidahnya dengan sisa-sisa kekuatan dan kesadarnnya..hingga penis Bang Rhoma kembali mengkilat, saat Bang Rhoma melepaskan Cengkramannya, Agnes langsung terbujur di sofa itu tertidur kelelahan.

Saat terbangun 5 orang kampung dan Bung Rhoma muncul dihadapan mata Agnes, Agnes pun tak berdaya kala mereka segera mengerayangi tubuhnya..” Masih berani bilang musik gue musik kampung ?? ” Tanya Bang Rhoma ..” Enggak, bang engak…Ampun ” Mohon Agnes, sementara orang-orang jelek itu mulai menete dan menjelajahi vagina Agnes..” Sekaran biar lu tahu , orang kampung bisa apa ” Ucap bang Rhoma , disambut oleh orang-orang kampung itu dengan meriah,,.. mereka pun berpesta malam itu..Hinga Agnes berorgansme puluhan kali hingga pingsan-pingsan..Seluruh lubangnya terisi Agnes benar-bnenar takl berdaya hari ini…Desahannya hingga tak lagi mengeluarkan suara karena kehabisan tenaga..Saat terbangun Agnes telah sampai didepan rumahnya, dengan Map yang berisi izin Bang Rhoma untuk konsernya di malaysia..Dan video kamar kecilnya.....KASKUSER mesti Tau

0 comments:

Post a Comment