Pages

Tuesday, March 20, 2012

Santi si Kupu-kupu Malam | Kupu Kupu Malam 07

Santi si Kupu-kupu Malam

Santi si Kupu-kupu Malam | Kupu Kupu Malam 07

“Santi, ayo saya antar pulang“. Suara itu jelas di tangkap telinga Santi, suara yang sudah sangat dikenalnya. Perlahan Santi mengangkat kepalanya, menatap wajah pengendara sepeda motor itu. Santi berdiri, “tak apa Ted, biar saya naik taxi saja..” katanya. “kamu sudah menolak cinta saya, sekarang kamu menolak tawaran saya, untuk mengantar pulang..” kata Tedy.

Santi tak banyak berbicara, dia langsung duduk di jok motor Tedy. Motor itu pun melaju, bukan membawa Santi kerumahnya, tapi Tedy membawanya ke pantai, yang sering di kunjungi mereka.

>>>

“san, jadi yang kamu bilang kamu itu pelacur ternyata, kamu sungguhan yah..” kata Tedy. Santi tak menjawab, wajahnya menunduk, menatap pasir putih, pantai itu yang menempel di kakinya. “Santi, sudah berapa lama kamu kerja begini..” tanya Tedy lagi. Santi masih diam.

Tedy menyentuh dagunya, mengangkat wajahnya. Mata Santi tampak merah, dengan air mata membasahi pipinya. “Santi, maaf, bukan maksud saya …” kata Tedy terpotong. “kamu sudah tahu, sudah jelas….” kata Santi. Tedy menarik nafasnya dalam dalam.” Santi tatap mata saya, apa kamu mencintai saya..” kata Tedy.

Santi menatap wajah cowok itu, “yah Tedy, saya suka sama kamu, saya cinta sama kamu, tapi apa yang kamu harapkan dari pelacur seperti saya “kata Santi, sambil terus berlinang air matanya. Tedy tak menjawab, Dia menatap lautan yang terhampar luas. Memperhatikan ombak ombak yang saling berlomba, menuju pantai.

“manusia bisa berubah …dan semua orang memiliki masa lalu San..” ujar Tedy.Baik buruk masa lalu itu tergantung manusia yang menjalaninya San… begitu juga dengan masa depan…”

“maksud kamu apa Tedy “tanya Santi.

“kamu kenal aku baru beberapa bulan San, kamu melihat aku anak baik baik, dulu aku pemakai narkoba San, dua kali aku masuk rumah sakit.. aku hampir mati San..” kata Tedy. Santi hanya diam menatap Tedy.

“tapi aku sadar, aku salah, dan aku bertekat untuk tidak tergantung barang haram itu San, aku bisa.. “kata Tedy. “maksud kamu, kamu ingin aku.. “kata Santi terputus.

Tedy menatap wajah cantik Santi. “aku ingin kamu berhenti jadi pelacur..” kata Tedy.

Santi diam membisu.

“untuk apa mengorbankan harga diri kamu, hanya untuk uang yang tak berarti itu “kata Tedy. “tapi Tedy, kita hidup perlu uang “ujar Santi. “itu relative San, punya uang lima ribu, kamu bisa makan di warteg, punya limapuluh ribu, kamu bisa makan di restoran biasa, punya lima ratus ribu, kamu bisa makan di restoran mewah, tapi iintinya perut kamu kenyang kan..” kata Tedy.

“kerja saja yang normal San, gaji kecil tak apa, tapi kamu punya harga diri, tak di hina orang..” kata Tedy. Santi tertunduk, otaknya mencerna kata kata Tedy.

“San kamu jadi kuliah gak..” tanya Tedy. “jadi ted ‘ jawab Santi. “sambil kuliah kamu bisa kerja “kata Tedy. “kerja dimana Ted “tanya Santi. “kerja part time, kalau mau aku omongin ke bosKu..” tawar Tedy. Santi tersenyum.

“Santi, tadi kamu bilang cinta sama aku, nah, kamu mau berhenti jadi pelacur, kamu bisa kerja normal, dan kamu jadi pacar aku..” kata Tedy. Hati santi benar benar gundah, ada rasa bahagia, ada rasa takut, kalau ucapan Tedy hanya manis di bibir saja… “Tedy, kamu serius, kamu mau menerima saya, yang seorang pelacur..” ujar Santi. “kata orang cinta harus berkorban, harus bisa menerima apa adanya “ujar Tedy.

“Tedy, saya takut, saya.. saya.. ragu.. “kata Santi. “saya bisa ngerti kamu, saya gak akan maksa kamu san, saya menerima kamu, bukan dengan rasa kasihan, tapi saya memang cinta sama kamu, tapi saya juga tidak mengemis cinta dari kamu, semua terserah kamu..” kata Tedy.

>>>

Malam itu Santi merenung di kamarnya. pikirannya kacau. Benarkah Tedy bisa menerima dirinya ? Atau hanya mempermainkan dirinya. Jelas Santi mencintai Tedy, tapi dirinya terlalu kotor buat Tedy, apa yang harus dilakukannya.

Santi harus memberikan keputusannya besok, sesuai janjinya dengan Tedy, tadi sore di pantai itu. Tedy menyerahkan semuanya pada Santi. Saat ini Santi harus menentukan jalan hidupnya. Berubah atau terus menjadi kupu kupu malam.

>>>>>>STOP-SILAHKAN PILIH “SAD ENDING” ATO “HAPPY ENDING”

SAD ENDING

Di tengah kegundahannya, Santi meraih telponnya, dia menelpon temannya. “Gina, gua mau ngomong nih..” kata santi. “kenapa eloe butuh uang “ledek temannya. “bukan Gin, Tedy minta gua berhenti jual diri, terus jadi pacarnya..” kata Santi. “Tedy, Tedy yang mana..? “tanya Gina.

Santi menceritakan semuanya, memang selama ini Santi merahasiakan hubungannya dengan Tedy.

“ha ha ha, eloe pikir, eloe cindefukingrella yah.. Cinta sejati tuh, cuma ada di sinetron, bangun jo.. eloe mimpi yah..” ledek Gina.

“Gina, Tedy itu sungguh sunguh..” bela Santi. “eloe gak pernah di kerjain cowok yah.. eloe lupa yah, hidup eloe jadi begini gara gara cinta..apa eloe yang gatel sih” kata Gina. Santi terdiam. “yakin gua, si Tedy itu cuma mau e-*-t-*-t-in eloe. tapi gak mau bayar.. gua ada bosen deh sama cowok kayak begitu..” kata Gina.

“tapi.. tapi.. “kata Santi. “eh udah terserah eloe, begini aja, besok kita ketemuan, gua ada janji ama Lala mau ketemu, eloe ikut deh sekalian..” kata Gina.

>>>

Santi tiba di mall, tempat biasa mereka berkumpul, tampak Gina dan lala di sana.

“dateng juga eloe akhirnya…” kata Gina. Santi duduk di sana. “jadi gimana San, keputusan eloe..” tanya Lala. “gak tau gua masih bingung..” jawab Santi. “Santi, biar bagaimana, eloe pernah jadi pelacur, eleo mau bicara harga diri.. sudah deh, jangan berpikir yang enggak enggak, jalani aja hidup eloe, dapet duit, dapet enak..” kata Gina.

“Gina, biar Santi yang putusin sendiri “kata Lala. “La, kalau eloe jadi gua, apa yang eloe lakukan ?” tanya Santi. “wah, hidup gua ancur karena cowok, gua gak percaya sama cowok “jawab Lala. “emang eleo enggak mikirin masa depan ? “tanya Santi. “namanya aja masa depan, entar dulu dong baru di pikiran, sekarang yah pikirin masa sekarang aja..” jawab Lala enteng.

“gua serius nih La..” kata Santi lagi. “gua juga serius, kalau enggak ngapain gua kuliah ?.. tapi soal pacaran, apalagi kawin, eh maksud gua nikah, yah entar aja, nanti baru gua pikirin..’ jawab Lala.

Santi hanya terus terdiam, sambil tangannya mengaduk aduk sendok yang ada di gelas jusnya. “apa benar, Tedy hanya inign mempermainkan diriku ? “tanyanya dalam hati.

Santi harus mengambil keputusan, terus di dunianya, atau kembali ke jalan yang benar bersama Tedy.

“hei.. koq melamun sih..” tegur Lala, membuyarkan lamunan Santi. “ah engak gua cuma mikir aja, gua bingung..” ujar Santi. “udeh, jangan mimpi, terus..” kata Gina.

Ada getaran di HP Santi, seseorang menelponnya. Hati Santi berdegup, matanya takut untuk menatap, layar posel itu. Ternyata bukan Tedy yang menelpon. “hallo..” sapa Santi… “eh..gimana yah kak Henny, saya eh gak bisa. saya lagi di mall nih..” kata Santi, yang terus di pantau ke dua temannya.

Henny seperti memaksa Santi untuk bertemu. “ok deh, tapi jangan lama lama yah..” kata Santi. Hubungan selular itu terputus, Santi menarik nafasnya dalam dalam.

>>>

Dalam mobil mewah itu, Santi menceritakan semuanya pada Henny. Henny pun menghela nafas. Dan Henny memberikan jawaban mirip dengan Lala, dan Gina. Sekali menjadi pelacur, seterusnya menjadi pelacur. Santi menatap Henny yang tengah mengemudikan mobil itu, yang terus melaju menuju sebuah hotel mewah.

“Santi, saya membutuhkan kamu, saya suka sama kamu..” kata Henny. “saya tahu kak, tapi saya lagi memikirkan masa depan saya..” jawab Santi. “soal masa depan mudah San, kamu akan terus kuliah, saya akan biayai, setelah kamu lulus, kamu bisa bekerja di perusahaan kak Robert..” kata Henny.

Santi hanya diam. “saya akan berbagi sama kamu San, serius..” kata Henny lagi.

Mobil itu sekarang sudah memsuki pelataran parkir, hotel mewah itu. Santi pun di bawa masuk, kedalam kamar hotel itu. Di sana sudah ada Robert, dan seorang pria lain, yang se umur dengan Robert, dan tampak gagah. “hai.. Henny.. long time no see..” sapa cowok itu pada Henny. “hai.. Vin.. “balas Henny.

“eh, omong omong, siapa nih gadis cantik ini..” tanya Kelvin, sambil menatap Santi, dari ujung jari sampai ujung rambutnya. “oh, ini adik gua, Santi namanya cantik dan sexy kan..” kata Henny, sambil menyibak rok mini Santi. “ah, malu dong kak..” protes Santi, sambil menepis tangan Henny. Dan mata Kelvin, menatap liar selangkangan Santi dengan celana dalam mini hitamnya yang sempat terbuka itu dengan liar.

“yo.. Kelvin, sudah bagaimana dengan kontrak kerja kita “tanya Robert. “ah biar aja, Kelvin berintermezzo sebentar, mau party sama Santi, bro..” tanya Henny pada Kelvin.

“beneran nih..” tanya Kelvin nafsu. “oi.. mau party urusan nanti, business dulu dong..” protes Robert. “Ok, ok, itu urusan kecil, mana pinjam pulpen..” kata Kelvin.

Kelvin pun menanda tanganin berkas berkas, surat kontrak kerja sama perusahaan Robert. “oke, berarti kita sudah deal, yah bro..” kata Robert. “oke sip..” kata Kelvin.

“sekarang eloe mau party silakan, gua balik ke kantor dulu..ayo Henny..” kata Robert.

Santi menatap Henny. “Bert, biar gua di sini ikut party sama Santi dan Kelvin..” kata Henny.

“tapi.. eloe… eh maksud gua…” kata Robert terbata. “iyah sayang, aku tahu..” jawab Henny. “bagaimana Vin, boleh Henny temanin.. tapi eloe jangan gituin bini gua yah..” kata Robert. Kelvin hanya tersenyum.

Akhirnya Robert, meninggalkan mereka bertiga. Memberi kesempatan Kelvin menikmati tubuh gadis muda itu. Henny pun membawa Santi berbaring di ranjang.

“Kelvin, eloe sudah siap..? “tanya Henny. Kelvin pun mendekat. “Kak, saya…” kata Santi terbata. Henny mencium kening Santi,” tenang aja, nikmati aja..”

Perlahan Kelvin menyingkap rok mini Santi, menatap paha putih mulusnya, selangkangannya yang merangsang. Tangan Kelvin, cowok perlente itu, mengelus elus paha putih mulus Santi. Tak lama kepalanya pun merunduk, tepat di selangkangan celana dalam hitam Santi. “eh.. ahh…. “erang Santi.

Hidung Kelvin mengendus, menggesek selangkangan Santi. Sebentar saja, sudah tampak ada bercak basahan di selangkangan celana dalam Santi. Jari Kelvin pun menyibak celana dalam Santi. Kelvin menatap nafsu vagina ABG ini. Lidahnya dengan cepat bergerak liar di seputar vagina Santi yang basah.

Tangan Henny pun tak diam begitu saja, dia pun membuka kaos Santi, dan juga bra hitamnya. Tangan itu dengan nafsu memainkan putting susu Santi yang imut. Menambah birahi Santi, dan semakin melupakan semua impiannya.

“ahh… ashh… “erang Santi menikmati permainan lidah Kelvin. Kelvin terus dengan nafsu menjilati klitoris Santi, dan kadang menyedotnya, membuat Santi menjerit kecil. Lidah itu terus menyapu klitoris ABG itu. Dan tak ketinggalan satu lidah lagi, bermain di putting susu Santi, yang sudah tampak menonjol keras.

Santi pun tak bisa bertahan, membendung birahinya dengan permainan mereka. Tubuh Santi semakin menegang, dan Akhirnya bergetar, menerima orgasmenya.

Tubuh,Kelvin sekarang sudah polos, penis besarnya tampak tegang. Henny pun melepas seluruh pakaian Santi, dan Santi terduduk di atas ranjang, membuka mulutnya bersiap, menerima penis besar Kelvin, masuk ke mulutnya.

“ohh.. yah… terus..sedot… “erang Kelvin, menikmati kuluman mulut Santi. Penis itu pun bergerak pelan, meronta dalam mulut Santi. Kepala Santi bergerak maju mundur, berusaha memberi kenikmatan pada Kelvin. “oh.. yes… jago sekali kamu San.. “erang Kelvin.

Santi pun tampak bernafsu mengulum penis itu. Kuluman dan sedotan Santi, yang terus menerus, juga tak bisa menghalangi sperma Kelvin, untuk berhamburan keluar di mulutnya. Kelvin pun lunglai, terbaring di ranjang, menikmati orgasmenya “ohh.. shit.. enak banget…” erangnya.

“ha.. udah tewas yah.. masih bisa gak.. bro..” ledek Henny. “ha.. tenang aja, kan gua udah minum i*** “balas Kelvin. Mereka pun bercanda. Dan tak lama penis Kelvin berangsur pulih. Dan kembali besar keras dan tegang.

Sekarang memasuki babak final. Penis itu bergerak, cepat mamasuki gawang Santi.

“ahhh…. pelan pelan… “jerit Santi, menerima dorongan penis besar Kelvin. Santi merasakan penis besar itu telah menyesaki liang vaginanya. Dan begitu juga Kelvin yang merasakan penisnya di genggam erat liang vagina Santi.

Penis itu bergerak liar keluar masuk, mengobok obok vagina Santi. “ahh.. ahhhh…ash… “erang Santi. Jujur, Santi pun sebenarnya menikmati penis Kelvin. Kelvin pun terus bergerak, menikmati setiap gesekkan yang di buatnya.

Tak lama penis itu terlepas “Santi ganti posisi dong..” pinta Kelvin. “San, nungging aja..’ kata Henny. Santi pun menungging, dan dari belakang, Kelvin menatap nafsu, pinggul Santi yang tampak sexy, menawan, dan “ahhh….” erang Santi. Penis itu sudah masuk di vaginanya kembali.

Penis itu terus bergerak keluar masuk, membuat Santi mengerang erang kenikmtan. Tubuh Santi menegang, Dan kembali Santi mencapai puncak birahinya. Kelvin diam, merasakan getaran puncak birahi Santi.

Tak lama, penis itu kembali begerak, mambuat rasa ngilu di vagina Santi, yang baru saja mengalami masa orgasmenya.

Kelvis terus bergerak cepat, penisnya keluar masuk, maju mundur, di liang vagina Santi. Tak lama Kelvinpun mengerang panjang, melepas spermanya di vagina Santi.

>>>

“eh, kapan kapan, boleh dong saya main lagi sama Santi “tanya Kelvin, yang sudah kembali berpakaian rapi. Henny hanya tersenyum.

Setelah Kelvin pergi, Henny pun menelpon suaminya, memintanya untuk ke hotel itu. Tak lama Robert pun sudah berada di sana.

Henny langsung memeluk suaminya, dengan dengan nafsu membuka pakaian suaminya. Mereka pun bergumul, Henny tampak sudah birahi sekail. Santi pun menatap pasangan gila sex itu.

Waktu sudah semakin sore, yang berarti waktu yang di berikan Tedy sudah habis. Dengan kata lain, Santi akan tetap di dunianya. Dunia hitam pelacuran. Santi dengan berat mengambil keputusan ini.

“San kenapa, eloe melamun gitu..” tanya Robert, yang sudah memuaskan istrinya. Henny pun menceritakan semuanya. Dan Robert pun memberikan jawaban yang sama. “San, pokoknya kamu tenang aja.. kamu akan punya masa depan..”.

Santi pun tersenyum, lalu berbisik di telinga Henny “kak, boleh main sama kak Robert gak…. “. Henny menatap Santi “kan saya sudah bilang, akan berbagi dengan kamu san…”

Sejak itu Santi menjadi piaraan Henny dan Robert, Santi terus melanjutkan kuliahnya, sambil bekerja paruh waktu di kantor Robert.

Dan tubuh Santi, berpindah dari pelukan satu cowok, ke cowok lain. Yang semuanya adalah kolega business Robert. Robert memanfaatkan, tubuh sexy Santi, dan kecantikan wajahnya. Untuk memperlancar businessnya.

Santi pun tetap menyandang predikat seorang pelacur, walau dia seorang pelacur kelas atas. Hidup di dunia hitam, yang penuh dengan kegemerlapan, harta yang menyilaukan

End…

HAPPY ENDING

Di tengah kegundahannya, Santi meraih telponnya, dia menelpon temannya. “Gina, gua mau ngomong nih..” kata santi. “kenapa eloe butuh uang “ledek temannya. “bukan Gin, Tedy minta gua berhenti jual diri, terus jadi pacarnya..” kata Santi. “Tedy, Tedy yang mana..? “tanya Gina.

Santi menceritakan semuanya, memang selama ini Santi merahasiakan hubungannya dengan Tedy.

“wah, mungkin eloe merasa beruntung, tapi kalau gua jadi eloe, gua gak akan ikutin si Tedy “kata Gina. “kenapa Gin..” tanya Santi. Gina menghela nafasnya, “gua begini gara gara cowok San, terus kalau gua berhenti, apa bisa gua hidup susah, jadi pelacur duitnya gampang San..” terang Gina.

“iyah, tapi masa depan gimana.. “tanya Santi. “gak akan ada yang tahu, apa yang terjadi besok San..” jawab Gina. Santi terdiam.

“begini aja, besok eloe ke mall aja yah, gua sama Lala, janji mau ketemu di sana, nah eleo ikut aja..” kata Gina. Santi pun menutup pembicaraannya.

Santi kembali merebahkan dirinya di atas ranjangnya. Ini kesempatan buat dia untuk keluar dari lumpur hitam, dunia pelacuran, yang selama ini membelenggu dirinya. Haruskah dia melewatkan kesempatan ini. Apakan Tedy sungguh sungguh bisa di percaya. Pertanyaan itu menyesakkan kepalanya.

>>>

Siang itu, Santi tiba di mall itu, sudah tampak Gina dan Lala di sana, sedang asik bercanda.

“Hai.. “sapa Lala. Santi tersenyum, wajahnya terlihat gundah. “udah San, jangan dipikirkan, kalau eloe rasa, eloe juga suka sama Tedy, eloe ikutin aja..” kata Lala.

“tapi gua takut, kalau Tedy itu mempermainkan gua..” kata Santi. “semuanya ada di tangan eloe, gua gak mau ikut campur “kata Gina.

Santi menatap kedua temannya itu. “kalau eloe orang yang jadi gua, apa yang eloe lakukan..” tanya Santi. “kalau gua, gua gak mau, cowok itu bikin pusing, gua mau bebas, punya duit banyak..” jawab Gina. Lala menatap Santi “gua juga sama dengan Gina, tapi eloe harus bisa mengambil keputusan sendiri..” kata Lala.

Santi terdiam, entah bagaimana mengambil keputusan ini. “San kalau eloe mau coba, enggak ada salahnya koq..” kata Lala. “gua takut sakit hati. La.. “kata Santi.

Ada getaran di HP Santi, seseorang menelponnya. Hati Santi berdegup, matanya takut untuk menatap, layar ponsel itu. Ternyata bukan Tedy yang menelpon. “hallo..” sapa Santi… “eh..gimana yah kak Henny, saya eh gak bisa. saya lagi di mall nih..” kata Santi, yang terus di pantau ke dua temannya.

Henny seperti memaksa Santi untuk bertemu. “ok deh, tapi jangan lama lama yah..” kata Santi. Hubungan selular itu terputus, Santi menarik nafasnya dalam dalam.

>>>

Dengan berat, Santi melangkahkan kakinya memasuki sedan mewah itu. Dalam mobil mewah itu, Santi menceritakan semuanya pada Henny. Henny pun menghela nafas. Dan Henny memberikan jawaban mirip dengan Lala, dan Gina. Sekali menjadi pelacur, seterusnya menjadi pelacur. Santi menatap Henny yang tengah mengemudikan mobil itu, yang terus melaju menuju sebuah hotel mewah.

“kak, kita mau kemana..” tanya Santi. “kita mau ke hotel, ada teman yang mau ajak kamu senang senang..” jawab Henny. Santi mulai tak enak. “kak, saya tak bisa kak “.

“kamu jangan begitu dong, sekali ini saja San..” rayu Henny. Santi mengeleng, tapi Henny tak mau mengerti, dia tetap memaksa Santi.

Tepat mobil itu berhenti, karena menunggu lampu merah, Santi langsung membuka pintu mobil itu. Dia turun dan langsung meninggalkan mobil itu. “Santi. kenapa kamu “tanya Henny. “maaf kak, saya tidak bisa lagi..” katanya.

Santi pun terus berjalan kepinggir jalan. Dan terus melangkahkan kakinya. Dia duduk di bangku halte bis, dan menelpon Tedy. “Tedy, saya mau ketemu..”.

>>>

Angin pantai itu, menghembuskan rambut Santi yang terurai. “Tedy, apa kamu sunguh sunguh, bisa menerima saya..”. Tedy tersenyum, “aku sungguh sungguh, asal kamu meninggalkan dunia kamu, dan setia sama aku..” jawab Tedy.

Santi memeluk tubuh kekasihnya, air matanya berlinang, “Tedy aku sayang kamu..” katanya. Tedy pun mencium kening Santi.

Mereka pun saling mencurahkan perasaan mereka masing masing, sampai matahari semakin tenggelam. Mereka pun meninggalkan pantai rekreasi itu. Tedy membawa Santi ke tempat tinggalnya. Sebuah rumah kontrakan kecil.

Tedy mencium bibir Santi dengan lembut, begitu juga dengan Santi. Ciuman dua insan itu akhirnya membangkitkan birahi pada diri masing masing.

Perlahan mereka menanggalkan baju mereka. Santi hanya tinggal memakai celana dalam mini hitamnya. Begitu juga dengan Tedy. Mereka berbaring di atas ranjang itu. Ciuman Tedy pun semakin menjadi liar, bibir Santi di lumat dengan nafsu, dan ciuman itu terus berpindah ke leher, yang terus membuat basah selangkangan Santi.

Tangan tangan Tedy pun mulai bergerak turun, menyelinap di balik celana dalam Santi, memainkan vagina basah milik Santi. Santi pun mengerang, merasakan nikmat, rangsangan kekasihnya itu. “ashh…. Tedy..” erangnya. Sambil terus menciumi bibir Santi jari Tedy, bergerak menstimulasi klitoris Santi, yang terus membuat liang vagina Santi merekah dan basah.

Desah desahan Santi, terus terdengar, dan membawa Santi ke puncak nikmatnya, tubuhnya mengejang, dan bergetar, dalam pelukan Tedy. Tedy pun mencium kening Santi.

Sekarang tubuh Santi berbaring lemas, di samping tubuh Tedy. Tangan Santi pun mengelus elus, celana dalam Tedy, membuat penis itu tegang. Tangan Santi terus merayap, mengeluarkan burung milik Tedy, yang tampak sudah tegang, siap mematuk.

Santi bangun, kepalanya mendekat ke penis Tedy. Santi menatap Tedy. “San, sudah, jangan…” kata Tedy. Tapi tidak, Santi langsung melumat penis itu. Lidahnya menari di kepala penis Tedy. “assshhhh…. Santi..” erangnya. Kepala penis itu pun tak lama sudah berada didalam mulut Santi dan merasakan nikmatnya sedotan mulut Santi.

Kepala Santi bergerak cepat, maju mundur, memompa birahi Tedy. Santi berniat memuaskan kekasihnya itu. Tedy terus mengerang nikmat. Sehingga dia melepaskan spermanya, dan tubuhnya mengejang kenikmatan.

Tedy pun lemas, Dan kembali Santi menciumi Tedy dengan mesra. Perasaan Santi sungguh berbeda, melakukan hubungan sex dengan orang yang di cintainya.

Setelah beberapa saat, Santi sudah siap unutk untuk babak selanjutnya, tapi Tedy menolaknya. “Santi nanti saja yah, ini terlalu cepat, kita baru jadian..” kata Tedy.

Santi sangat mengerti, Tedy mengatakan itu, untuk membuktikan dia mencintai Santi, bukan sekedar nafsu.

Mereka hanya bercumbu saja, dengan penuh perasaan cinta.

>>>

Santi telah kembali ke jalan yang benar, Tedy menerima Santi apa adanya, tak pernah mengungkit masa lalu Santi yang suram.

Santi dan Tedy, pidah ke kota lain. Santi kuliah di sana. Di kota yang baru itu mereka bisa hidup dengan tenang. Mereka tinggal bersama di rumah kontrakan mereka. Dengan modal sedikit, Tedy membuka kios kecil berjualan Handphone, dengan ilmu yang di peroleh selama ini.

Sambil kuliah, Santi membantu Tedy, berjualan Hp. Walau uang mereka sedikit, tapi mereka hidup bahagia.

Santi bisa menerima semua ini, dia berhasil pergi jauh, meninggalkan dunia hitamnya.

And they life happinness ever after..

End…

0 comments:

Post a Comment